Selasa, 06 November 2012

Wedang Uwuh Minuman Khas Imogiri Bantul


            Salah satu minuman khas daerah Imogiri Bantul adalah wedang uwuh. Ya, nama uwuh merupakan istilah untuk menyebut sampah berjenis dedaunan. Jadi wedang uwuh merupakan wedang yang diberi uwuh. Namun gak sembarang jenis uwuh bisa masuk kedalam wedang ini. Uwuh yang ada pada wedang ini merupakan daun dari kayu manis, daun dari cengkeh, dan daun pala. Untuk memperlezat minuman ini, ditambahkan lah bahan – bahan seperti kayu secang, gula batu,, dan jahe.  
            Wedang ini bewarna merah yang dihasilkan dari kayu secang, hangat dan didalamnya berisi banyak dedaunan. Untuk lebih jelasnya bisa dilihat gambar berikut ini.
Penampakan Wedang Uwuh bewarna mera
            Wedang uwuh banyak sekali ditemukan di Imogiri, terutama didaerah terminal imogiri, atau pun makam raja – raja imogiri. Tapi sekarang berkat kemajuan teknologi dan kreativitas pedagang disana wedang uwuh bisa dibawa pulang dalam bentuk sachet. Adapun harga per sachet bisa mencapai 1.000 – 1.500 rupiah. Dan bisa juga menerima pesanan dalam bentuk partai besar. Untuk lebih jelasnya silahkan lihat foto dibawah ini.
Read More..

Selasa, 30 Oktober 2012

Lomba Takbir Idul Adha 1433 H, di Banguntapan, Bantul


Assalamu’ailaikum wr wb
Hallo temen – temen bantulers maaf yah admin baru nulis postingan lagi sekarang. Soalnya lagi disibukkan dengan aktivitas kuliah. Biasa lah ngerjain tugas – tugas gitu, suruh nge resume, bikin story board, atau malah resensi buku. Haha. Tapi semua itu sudah berlalu. Dan untuk mengisi waktu luang ini admin mau cerita nih tentang  lomba takbir hari raya idul adha 1433 H. mungkin agak sedikit terlambat sih tapi ndak papa daripada nggak sama sekali :p
            Pada sabtu tanggal 27 oktober 2012 lalu aku diajak mendokumentasikan desanya temenku yang kebetulan ikut lomba takbir di daerah Jambitan, Banguntapan, Bantul. Sebetulnya aku kepinginnya hunting  sendiri, jadi bebas gitu mau motret dimana aja, kapan, nggak ada yang mengganggu. Namun karena dia temen ku ya gak papa deh. Lagi pula yang akan aku dokumentasikan ini adalah desa purbayan, kotagedhe yang kemarin menyandang predikat juara umum lomba takbir idul fitri 1433 H di kecamatan Bantul. Wuaoooowww..
Lomba takbir dimulai pukul 8 tepat dengan start dari lapangan bonoroto sampai finish di lapangan jambitan. Dan peserta wajib menunjukkan kebolehan atau kelebihannya di depan panggung di lapangan jambitan. Suasana di pinggir jalan arena lomba takbir sangatlah penuh dengan penonton. Maklum namanya juga malam minggu.
Read More..

Kamis, 18 Oktober 2012

Hewan Kepik


untuk mengawali kategori flora fauna di Bantul, aku memilih untuk mengenalkan hewan dari yang kecil dahulu bentuknya. Yups, hewan yang akan kuperkenalkan ini adalah kepik. Di daerahku kepik atau juga yang sering disebut kepik mas banyak tinggal di pohon pinggir sawah. aku tidak tahu nama pohon itu tapi aku akan menunjukan gambar pohonnya dan mungkin temen - temen udah tau nama pohonnya. Hehe
Kepik dalam istilah latin dikenal dengan Hemiptera yang termasuk dalam ordo serangga. Untuk lebih jelasnya tentang kepik teman – teman bisa membukanya di sini. Yang jelas kepik banyak sekali tinggal di pinggir sawah dan mereka memakan dedaunan tapi bukan sembarang dedaunan.hehe lebih jelasnya bisa dilihat nih foto – fotonya. hehe
Kepik dengan corak Polkadot

Ini yang disebut Kepik Emas
Read More..

Senin, 15 Oktober 2012

Tradisi Berjanjen



Berjanjen mungkin di telinga teman – teman agak asing dengan istilah itu. Ya berjanjen adalah tradisi yang berkaitan dengan agama Islam. Dahulu merupakan sarana dakwah. Berjanjen dilangsungkan apabila bayi sudah berumur 7 hari atau pada saat akan menyembelih aqiqah yang biasanya berupa kambing. Sekarang ini tradisi berjanjen sudah mulai berkurang namun masih tetap ada yang melaksanakannya. Kitab berjanjèn isiné ngenani budhi pakertèning kanjeng nabi kayata ajaran akhlak, ibadah, lan amaliyah. Tentu saja membaca kitab ini tentu akan dapat pahala yang besar karena menceritakan keteladanan perilaku nabi Muhammad SAW.
Alhadulillah kebetulan aku belum lama ini mendapat kesempatan menghadiri acara berjanjen yang diadakan oleh tetanggaku sendiri. Yang aku lihat pembacaan kitab berjanjen juga dilakukan dengan cara menyanyikannya dengan iringan musik dari rebana atau orang disekitar ku sering memanggilnya hadroh. Dulu sempat juga aku belajar cara memainkan musik ini susah – susah gampang lah. Hehe. Apalagi pas pertama nyoba telapak tangan terasa panas, yaa mungkin karena belum terbiasa. Dalam bermain rebana terdapat dua pokok irama. Kalo main band tentu kita mengenal istilah ritym dan melodi begitu juga di hadroh ini. Rytem biasa kita sebut dengan grinci. Sementara melodi bisa juga disebut dengan tikah. Tapi itu menurut pribadi penulis sih. Ahehehe. 
Oiya, acara berjanjen dimulai dari didengungkannya music hadroh, kemudian bayi dibawa oleh sang ayah untuk dipotong rambutnya sedikit. Kemudian bayi masih di gendong oleh sang ayah memutari peserta yang ada pada acara berjanjen tersebut. Setiap peserta nanti bakal membisiki doa kepada bayi tersebut. Harapannya agar bayi tersebut menjadi anak yang solih dan solikhah.  

Lebih jelasnya, berikut adalah beberapa foto yang berhasil aku abadikan.
Read More..